EMPAT LAWANG, 10 AGUSTUS 2026 – Kebakaran hebat melanda pemukiman warga di Desa Landur, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, pada Minggu sore (9/8/2026).
Peristiwa yang diduga dipicu oleh korsleting listrik tersebut mengakibatkan 12 unit rumah hangus terbakar, 6 unit mengalami rusak berat, dan 2 unit lainnya mengalami rusak ringan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Empat Lawang, Fajar Bayu Dewanto, S.E., M.M., mengonfirmasi bahwa total kerugian materiil akibat musibah ini ditaksir mencapai kurang lebih Rp4 miliar.
Kronologi Kejadian Kebakaran pertama kali terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Petugas piket Pemadam Kebakaran Zona 2 Pendopo menerima laporan darurat dari Kepala Desa Landur pada pukul 17.10 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, armada langsung dikerahkan dan tiba di Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) pada pukul 17.15 WIB.
Untuk menanggulangi kobaran api, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Empat Lawang menerjunkan 3 unit armada pemadam kebakaran, yang terdiri dari:
1 Unit Mobil Pemadam Kebakaran Zona 2 Pendopo
1 Unit Mobil Pemadam Kebakaran Zona 3 Muara Pinang
1 Unit Mobil Pemadam Kebakaran Zona 5 Ulu Musi
Bahu-membahu bersama warga setempat, personel damkar berhasil mengendalikan serta memadamkan kobaran api sepenuhnya dalam kurun waktu 1 jam 50 menit.
Data Korban Dampak Kebakaran
Berdasarkan pendataan di lapangan, peristiwa ini berdampak pada puluhan jiwa dari belasan kepala keluarga (KK) dengan rincian sebagai berikut:
Rumah Habis Terbakar (12 Unit / 15 KK / 44 Jiwa):
Rukmini (1 KK/2 jiwa), Buldani Hermini (1 KK/4 jiwa), Pandu Winata (1 KK/5 jiwa), Silut/Endang (1 KK/1 jiwa), Mawardi (1 KK/1 jiwa), Suryani (2 KK/5 jiwa), Yo Bustan Rasid (1 KK/2 jiwa), Mukti Eksa (2 KK/6 jiwa), Mawi Zahro (2 KK/6 jiwa), Erma (1 KK/3 jiwa), Nanang (1 KK/4 jiwa), dan Tata Irawan (1 KK/5 jiwa).
Rumah Rusak Berat (6 Unit / 7 KK / 23 Jiwa):
Nurul (2 KK/5 jiwa), Pali Elvi (1 KK/3 jiwa), Erna (1 KK/2 jiwa), Puad Lisa (1 KK/5 jiwa), Wulan Pandra (1 KK/3 jiwa), dan Arsad Kis (1 KK/5 jiwa).
Rumah Rusak Ringan (2 Unit / 2 KK / 7 Jiwa):
Rendi (1 KK/4 jiwa) dan Endang (1 KK/3 jiwa).
Laporan resmi mengenai penanganan dan dampak bencana ini telah diteruskan kepada Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kemendagri, Bupati Empat Lawang, Kasat Pol PP dan Damkar Provinsi Sumsel, serta pihak-pihak terkait lainnya untuk penanganan pascabencana lebih lanjut.(Al)
