Kelangkaan Pertalite Hantui Pagaralam: Warga Kecewa, Bensin Subsidi Baru Ada Siang Hari -->

Kelangkaan Pertalite Hantui Pagaralam: Warga Kecewa, Bensin Subsidi Baru Ada Siang Hari

Selasa, 8/04/2026


PAGARALAM, — Kelangkaan BBM bersubsidi jenis Pertalite di Kota Pagaralam kian memprihatinkan dan mengeluhkan banyak pihak. 


Momen sulit ini makin diperparah dengan pola distribusi SPBU yang baru menyediakan Pertalite menjelang tengah hari, yakni sekitar pukul 11.00 WIB.


​Fenomena antrean mengular hingga kekosongan pasokan di pagi hari ini menuai kekecewaan mendalam dari masyarakat lokal. Kebijakan jam penyediaan yang terlalu siang dianggap sangat merugikan warga, terutama para pegawai pemerintahan/swasta dan Petani yang sangat bergantung pada BBM subsidi untuk menunjang aktivitas harian mereka.


​Hal ini berdampak Langsung bagi Pegawai dan Petani Bagi para pekerja dan ASN, ketidaktersediaan Pertalite di pagi hari mengganggu mobilitas mereka untuk berangkat tepat waktu. 


Sementara itu, dampak lebih berat dirasakan oleh para petani yang harus berangkat ke kebun sejak subuh atau pagi-pagi sekali.


​"Kondisi ini sangat menyedihkan. Kami para petani harus berangkat ke kebun pagi hari, tapi bensin subsidi baru ada jam 11 siang. 


Masa kami harus menunda kerja sampai siang hanya untuk antre bensin? Kalau beli eceran harganya jauh lebih mahal," ujar Aan salah satu warga lokal Pagaralam. Selasa, 04/08/26.


​Bensin jenis Pertalite merupakan tumpuan utama masyarakat kelas menengah ke bawah. Keterlambatan distribusi setiap harinya memaksa warga memilih antara dua opsi sulit: membeli Pertalite eceran dengan harga yang jauh melambung, atau mengorbankan jam kerja produktif mereka demi mengantre di SPBU.


​Tentu dengan kelangkaan yang terjadi, ada Harapan Masyarakat Kepada Pemerintah dan Pertamina

​Masyarakat Pagaralam mendesak pihak Pertamina dan Pemerintah Kota Pagaralam untuk segera turun tangan membenahi sistem distribusi serta pengawasan stok Pertalite di lapangan. Warga berharap penyaluran BBM bersubsidi dapat kembali normal dan sudah tersedia sejak pagi hari.


​Masyarakat menuntut adanya penataan ulang jam operasional distribusi BBM subsidi serta tindakan tegas terhadap indikasi penimbunan atau penyalahgunaan agar Pertalite benar-benar tepat sasaran dan mudah diakses oleh warga yang membutuhkan.

Al
Diposting : Selasa, 8/04/2026

TerPopuler