PALEMBANG — Pekatnya kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memicu gangguan serius terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Minggu 04/10/26.
Penurunan jarak pandang (visibility) yang sangat terbatas di kawasan landasan pacu merusak jadwal keberangkatan maupun kedatangan, termasuk layanan penerbangan internasional.
Berdasarkan pemantauan BMKG, kabut asap tebal membuat jarak pandang berada jauh di bawah ambang batas aman keselamatan penerbangan (di bawah 800 meter).
Fenomena bad weather berupa polusi asap pekat ini memaksa otoritas navigasi udara (AirNav) dan manajemen bandara menunda sejumlah penerbangan (boarding delay) guna menghindari risiko kecelakaan saat take-off maupun landing.
Dampak dari situasi ini tidak hanya dialami penerbangan domestik, tetapi juga berimbas pada rute internasional.
Penumpukan penumpang terjadi di area terminal keberangkatan akibat penundaan jadwal keberangkatan pesawat.
Beberapa pesawat yang melayani rute lanjutan internasional terpaksa menunggu hingga kondisi jarak pandang dinyatakan membaik.
Sementara itu, pesawat yang hendak mendarat terpaksa melakukan holding di udara, bahkan beralih mendarat ke bandara lain (divert).
General Manager Bandara SMB II menyatakan bahwa prioritas utama operasional penerbangan saat ini adalah keselamatan awak pesawat dan penumpang.
"Kami terus memantau pergerakan kabut asap serta jarak pandang secara real-time berkoordinasi dengan BMKG dan AirNav. Begitu jarak pandang kembali normal dan aman, aktivitas penerbangan akan segera kita pulihkan," jelasnya.
Pihak manajemen bandara mengimbau calon penumpang, khususnya yang memiliki penerbangan internasional maupun penerbangan transit, untuk rutin mengecek status jadwal terkini melalui saluran resmi maskapai penerbangan sebelum menuju ke bandara. Penanganan ekstra dan fasilitasi kompensasi keterlambatan juga disiapkan guna menjaga kenyamanan para penumpang terdampak.
(Alian)
